Hallo ...
Jumpa lagi nih dengan saya, Rhea Dhawan di blog Tentang Opo Wae.
Namanya blog opo wae ya, campur aduk beritanya hehehe.
Tapi di jamin ini aseli dari penelitian saya sendiri karena saya melakukan survei sendiri dengan terlibat didalamnya.
Sekarang saya akan membahas tentang pinjaman uang, duit, fulus, money, paise apalah namanya itu, yang namanya uang adalah alat pembayaran untuk membeli baeang, membeli makanan bahkan membeli nafsuuu, astaga ngomong apa saiaaa. Hehehe.
Pinjaman banyak dilakukan orang, 90% orang pasti pernah punya pinjaman, ya kannn. Pinjaman di teman, pacar, ortu bahkan di instansi negara/swasta. Nah, yang saya bahas adalah pinjaman di MBK Ventura. MBK kepanjangannya Mitra Bisnis Keluarga. Misi dari pinjaman ini adalah mensejahterakan ekonomi rakyat menengah ke bawah dengan memberi pinjaman untuk modal usaha. (kira-kira seperti itulah). MBK ini berpusat di daerah Tanggerang, Banten, Jawa, Indonesia. Dan, sudah menyebar ke seluruh kecamatan di Indonesia, terutama di pulau Jawa.
Lalu bagaimana sih sistem pinjaman MBK. Menurut saya, bagus, sangat membantu dan terstuktur sekali.
Bagian pertama.
Sasaran MBK adalah ibu-ibu yang se RT atau se RW. Dan harus saling kenal, karena anggotanya ini harus 7 orang atau lebih. Tidak boleh bapak-bapak atau dibawah usia 18thn. Yang diatas 18 thn pun ga boleh kalau belum menikah. Dan ga boleh kerja, namun punya usaha di rumah. Yang namanya ibu-ibu pasti membayarnya menggunakan gaji suami yee, seperti saia ini, hahaha. Tapi, saya punya bisnis online kok, percetakan kalender, stiker, yaaa, pokoknya printing. Juga memberi les anak-anak di rumah. Selain itu saya juga terima pesanan snack box. Banyak ya usaha saya, hehehe.
Awalnya para ibu-ibu ditawari sama tetangga yang sudah pernah ikut. yang mau ikut silakan kumpulin berkas seperti FC KTP, FC KK, Foto 3x4. Kalau sudah kumpul 7 berkas disetorkan ke petugas MBK, ntar besoknya di survei ke rumah masing-masing. Pertanyaan survei seputar :
1. Lihat KK/KTP asli.
2. Usaha kita.
3. Penghasilan sebulan dari usaha kita.
4. Pekerjaan suami.
6. Penghasilan suami.
7. Cek rumah pribadi/kontrak. (bilang ja milik sodara ya, kalo kontrak).
8. Anak berapa.
Kalau sudah di survei semua, ibu-ibu disuruh kumpul di rumah ketua kumpulan. Saat ini kumpulan saya ada 8 orang, Ibu Hasna, Ibu Siska, Ibu Lestari, Saya, Ibu Like, Ibu Ahmad, Ibu Ririn dan Ibu Rini. Lalu kami di hari yang ditentukan kumpul di rumah Ibu Siska.
Bagian kedua.
Setelah kumpul, kita sekolah dulu. Istilah mereka nih. Di sekolah itu, kita diberitau tata cara kumpulan. Jika ada anggota yang ga datang dan belum bayar/nitip setoran maka anggota yang lain harus talangan. Talangan ini maksudnya nombokin sama-sama. Misal pinjamannya 70.000 maka anggota yang lain harus nombokin 10.000/orang. Dan duit itu akan dikembalikan kalau orang yang tak masuk itu bayar di minggu depan.
Sekolah ini selama 3 hari, dan tiap harinya kita disuruh bawa duit 10.000, 20.000, dan 20.000 total 50.000. Dari 8 orang tadi dibagi jadi 2 kelompok, kelompok 1 ada 5 orang dan kelompok 2 ada 3 orang. Tiap-tiap kelompok mengumpulkan uang 50.000 tadi di dalam amplop dari petugas MBK, dan uang itu dipegang oleh anggota secara bergilir tiap 3 bulanan. dan wajib membawa amplop itu selama datang dikumpulan. Kalau lupa kita wajib ambil di rumah. Uang dalam amplop itu namanya dana simpanan. Uang 50.000 akan dikembalikan jika kita sudah selesai pinjaman selama 25x atau 50x.
Selain itu, kalau setoran tiap minggu kita wajib bawa uang 20.000. Uang ini namanya uang jaga-jaga. Kalau misal ada anggota yang harus ditalangin, kita pake uang 20.000 itu dan bayarkan sesuai pinjaman yang ga hadir tadi.
Berapa sih bunga MBK??? kalau yang ini saya ga paham betul.
Saat itu saya dapat tenor 2.500.000 diangsur 50x sebesar 60.000 tiap minggu. Jadi yang 50.000 ribu pokoknya dan yang 10.000 adalah bunganya. Dari uang 2.500.000 itu dipotong 250.000, untuk disimpan di kas MBK, kalau kita da lunas/penutupan uang 250.000 dan 50.000 (dalam amplop itu balik ke kita lagi.
Bagian ketiga.
Di hari yang dinantikan. Hari pencairan adalah hari bahagia bagi semua anggota. hahahaha. Uang itu bisa digunakan untuk kulakan dagangan dan sisanya di pake lain-lain gitu lohhh. hehehe. Saat pencairan ibu-ibu itu di ceramahi dulu oleh kepala cabangnya. Dan langsung diberikan pinjamannya, yeeeeee. Kita masing-masing pegang amplop berisi duit pinjaman. Tanda tangan dan ditutup deh.
Seminggu berlalu dengan cepat. Kita angsuran pertama lho. Duitnya masih ada banyak sih hehehe. Sebelum memulai kita ibu-ibu baca aturan MBK. Kayak baca Pancasila di sekolah SD. Aturannya, ada di gambar foto buku pinjaman saya sertakan di bawah ini.
Setelah baca kita absen dan ttd dibuku kumpulan terus bayar setoran. Uangnya disamakan secara nominal. Dikumpulin dan dihitung petugasnya dan ditotal, beres deh. Sebelum pulang, baca aturan lagi lhooo. Karena sambil cekikikan saya ga pernah hapal. Dan kegiatan itu dilakukan begitu terus setiap minggunya di hari yang telah ditentukan. Ga berubah-ubah sampai habis cicilan.
KENDALA
Sebenarnya ga ada kendala kalau kita bayarnya tertib. Namun namanya juga manusia beda karakter ada saja alasannya. Pada cicilan ke 30 Ibu Siska mulai tidak bisa bayar dengan tepat. Sampai-sampai harus cari pinjmen ditetangga lain. Tidak tiap minggu sih tapi sering dilakukan, sehingga anggota yang lain ga boleh pulang kalau Ibu Siska tidak bayar. Karena sudah dilakukan lebih 3x petugasnya mulai geram. Sehingga tak bisa menggunakan dana talangan untuk membayar Ibu Siska.
Eh, ditambah lagi dari Ibu Hasna. Ia bertengkar dengan tetangga dekat rumahnya akhirnya Ibu Hasna harus pindah ke rumah lain. Sehingga anak Ibu Hasna yang tanggung jawab. Belum lagi masalah absen dari anggota lain, tapi nitip duit. Seperti saya, pernah absen karena harus kuret.
Akhirnya reputasi kelompok MBK di rumah Ibu Siska menjadi jelek. Banyak gosip dari grup MBK lain yang sesama RT/RW. Karena ada keperluan dimana hari perkumpulan saya ga bisa datang saya berniat pelunasan, akhirnya pada cicilan ke 35 sisanya saya tutup. Uang 250.000 dan 50.000 sudah balik ke saya. Selanjutnya saya ga tau gimana perkumpulan itu.
BABAK BARU
Karena saya sudah terdaftar dikumpulan itu saya diajak lagi "minjem", ya, akhirnya saya ikut daftar lagi. Selain itu, misal saya ga ikut anggota berkurang dan kelompok saya itu tak bisa minjem lagi karena kurang orang dan harus cari anggota baru.
Akhirnya kami aplikasi lagi, sudah kumpul berkas. Eh, tiba-tiba 2 minggu diberitau kumpulan MBK kami dipending alias ditolak. Dengan alasan, kumpulan kami banyak masalah karena Ibu Siska dan Ibu Hasna tidak bayar tepat waktu. Terus saya dibilang karena penutupan dini saya kena pending, boleh minjem tapi setahun lagi. Ada juga ibu Lestari, dibilang suka telat.
Wah wah, saya jadi emosi. Kita komitmen kok dengan pinjaman itu. Kalau pun ada kendala dari 2 ibu tadi ya ibu tadi yang distop sementara. Apa mungkin MBK marah dengan saya karena penutupan, kan penutupan di MBK tidak diitung bunganya, cuma bayar pokoknya saja. Lha, kenapa ga dijelasin di awal ya. Kemudian saya tanya dengan kepala cabangnya, katanya ada aturan baru. Ini dan Itu.
Ternyata usut punya usut ada suara sumbang yang ingin kumpulan MBK saya itu ditutup, karena ada kumpulan lain yang tidak suka dengan ibu Siska. Ya, maklum saja gosip menggosip emak-emak berujung adu mulut.
Namunnn, pinjaman lain menawarkan diri yaitu Mekar dari PT. Mekar Investama Sampoerna. Gimana pinjaman Mekar ini, yuk gaesss simak terus blog saya selanjutnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar